ANKGA SUHENDA

.

Rabu, 27 Juli 2011

AUDIT ATAS SIKLUS PERSONALIA


AUDIT ATAS SIKLUS  PERSONALIA

Siklus penggajian dan personalia meliputi penggunaan tenaga kerja dan pembayaran kesemua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi atau metode penentuan kompensasi. Pegawai dapat berupa eksekutif dengan gaji tetap ditambah dengan bonus, pekerja kantor berdasarkan gaji bulanan dengan atau tanpa lembur, wiraniaga berdasarkan komisi, buruh pabrik dan pegawai serikat pekerja dibayar berdasarkan jam.



ü  Tujuan audit spesifik siklus jasa personalia
Kategori Asersi
Tujuan Audit atas             Kelompok Transaksi
Tujuan Audit atas Saldo Akun
Eksistensi atau Kejadian



Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah yang tercatat berhubungan dengan kompensasi untuk jasa yang diberikan selama periode berjalan.
Saldo kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah menunjukkan jumlah yang terhutang pada tanggal neraca.
Kelengkapan



Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah yang tercatat mencakup semua beban semacam itu yang terjadi untuk jasa personalia selama tahun berjalan.
Kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak mencakup semua jumlah yang terutang kepada personel dan lembaga pemerintah pada tanggal neraca.
Hak dan Kewajiban




Kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah adalh kewajiban entitas yang melaporkan.
Penilaian atau Alokasi

Beban gaji dan upah serta baban pajak gaji dan upah telah dihitung serta dicatat secara akurat.
Kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah telah dihitung serta dicatat secara akurat.
Distribusi tenaga kerja pabrik telah dihitung dan dicatat dengan benar.
Penyajian dan Pengungkapan
Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah telah diidentifikasi serta diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan laba rugi.
Akun kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah telah diidentifikasi serta diklasifikasikan dengan tepat dalam neraca.
Laporan keuangan memuat pengungkapan yang layak atas pensiun dan program tunjangan lainnya.


v  Menggunakan pemahaman tentang bisnis dan industri untuk mengembangkanstrategi audit

 Seblum melanjutkan audit atas jasa personalia, adalah penting bagi auditor untuk memahami :
·         Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas
·         Sifat kompensasi, arena kompensasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji
·         Pentingnya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham, serta perjanjian pensiun.

v  Materialitas, Risiko Bawaan dan Prosedur Analitikal
ü  Materialitas, risiko bawaan dan prosedur analitikal siklus personalia

Ø  Materialitas
Perkembangan yang pesat pada perusahan-perusahan jasa menyebabkan semakin pentingnya peranan tenaga kerja , sehingga siklus jasa personalia pada banyak peerusahaan merupakan bidang audit yang material. Di pihak lain, saldo rupiah utang gaji dan upah pada umumnya tidak begitu signifikan  namun pengungkapan yang berkaitan dengan opsi saham dan program pensiun biasanya merupakan pengungkapan yang material.

Ø  Risiko inheren

Auditor biasanya tidak begitu khawatir dengan asersi kelengkapan pada siklus personalia karena kebanyakan pegawai akan segera bereaksi untuk menagih kepada majikannya jika mereka tidak dibayar tepat pada waktunya. Namun kecurangan merupakan masalah besar bagi auditor. Kecurangan  bisa terjadi pada dua tingkatan. Pegawai yang terlibat dalam pembuatan daftar gaji bisa memasukkan nam-nama pegawai fiktif dan selanjutnya mengalihkan cek gaji yang dikeluarkan perusahaan untuk kepetingan mereka.

Ø  Prosedur analitis

Auditor biasanya akan melakukan prosedur analitis pada awal pelaksanan audit  atas siklus personalia. Prosedur analitis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi kecurangan potensial seperti misalnya apabila gaji atau upah kotor pegawai lebih tinggi dari jumlah yang diperkirakan auditor. Prosedur ini akan sangat efektif apabila auditor dapat menggunakan perangkat lunak audit digenerelisasi, mengelompokkan pegawai berdasarkan kategori pegawai, dan kemudian menganalisis gaji atau upah rata-rata per kategori pegawai.

v  Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal
Seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya, kelima komponen pengendalian internal dianggap relevan dengan siklus jasa personalia. Beberapa faktor lingkungan pengendalian mempunyai relevansi yang bersifat langsung. Keseluruhan tanggung jawab atas masalah personalia seringkali diserahkan kepada wakil direktur hubungan industrial atau tenaga kerja, atau kepada manajer SDM atau personalia. Departemen SDM biasanya bertanggung jawab atas otorisasi pengangkatan personel dan mengotorisasi pembayaran gaji, upah, serta tunjangan. Dewan direktur biasanya menetapkan gaji pejabat dan bentuk-bentuk kompensasi pejabat lainnya. Departemen yang mungkin secara signifikan terlibat dalam pemrosesan transaksi gaji dan upah meliputi pencatatan waktu, penggajian, serta kantor bendahara.
Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik dari karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah mengenai masalah pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian efektivitas pengendalian gaji dan upah oleh auditor internal, dan pengawasan kompensasi eksekutif oleh komite audit.

v  AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENGGAJIAN
Dokumen dan Catatan yang Lazim
Dokumen dan catatan berikut ini penting dalam melaksanakan serta mencatat mencatat transaksi penggajian :
  1. Otorisasi personalia
  2. Kartu absen/clock card
  3. Tiket waktu/time ticket
  4. Register penggajian
  5. Rekening bank untuk penggajian imprest
  6. Cek gaji
  7. Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja
  8. SPT pajak gaji dan upah
  9. File personalia karyawan
  10. File induk data personalia
  11. File induk penghasilan karyawan

Fungsi-fungsi dan Pengendalian yang Terkait
Pemrosesan transaksi penggajian melibatkan fungsi-fungsi penggajian berikut ini :
  1. Memulai transaksi penggajian yang mencakup
-          Mengangkat karyawan
-          Mengotorisasi perubahan gaji dan upah
  1. Penerimaan jasa, mencakup :
-          Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu
  1. Pencatatan transaksi penggajian, mencakup :
-          Menyiapkan daftar serta mencatat gaji dan upah
  1. Pembayaran gaji dan upah, mencakup :
-          Membayar gaji dan upah serta menjaga upah yang belum diambil
-          Menyerahkan SPT pajak gaji dan upah



v  PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PENGGAJIAN
Menentukan Risiko Deteksi
Pengujian substantif atas saldo-saldo gaji dan upah seringkali dibatasi pada penerapan prosedur analitis atas akun-akun beban dan pos-pos akrual yang terkait, serta pengujian rincian yang terbatas. Jika prosedur analitis trsebut mengungkapkan fluktusi yang tidak diduga, maka akan diperlukan pengujian rincian yang lebih ekstensif.

Merancang Pengujian Substantif
Apabila tidak terungkap fluktuasi yang tidak diduga leh prosedur ini, auditor sudah memperoleh bukti yang mendukung tujuan audit yang berkaitan dengan asersi ekstensi/keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, serta penilaian atau alokasi. Yaitu :
  1. Menghitung kembali jumlah-jumlah akrual
  2. Mengaudit tunjangan karyawan dan program pensiun
  3. Mengaudit opsi saham dan hak apresiasi saham
  4. Memverivikasi kompensasi pejabat

JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS JASA PERSONALIA
Akuntan publik dapat membantu dengan :
  1. Menyarankan ukuran produktivitas karyawan yang tepat.
  2. Mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil klien untuk meningkatkan produktivitas.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More